Covered in Line

Diriku tak datang. Hanya kamu yang membuatku muncul kembali.
Pertama, rasa tak tega untuk kembali. Entah kenapa kamu meyakinkanku untuk memastikannya.
Siapa yang meminta? Sepertinya tak ada, apabila tiada yang mengakui.
Aku hanya memberikan apa yang seharusnya kamu rasakan.
Pahit, ketika dosamu yang berbentuk kata telah bertuah.
Buat apa aku mempermainkan perasaan, apabila ternyata kamu yang memulai untuk mempermainkannya?

Aku tidak membuang waktu. Aku hanya ingin tahu, dimana rasa konsistenmu?
Aku tiada yang punya, bukan berarti aku ada untuk kehampaan yang kau rasa.
Lalu untuk apakah dia, yang telah mengincarmu dan mendapatkanmu?
Mana rasa konsistenmu?

Kembalikanlah hatimu sendiri karena aku merasa tidak membawanya.
Ingin ku membawanya, tapi mungkin telah kamu ambil dan kamu beri padanya yang telah mendapatkanmu.